kardianatangkas.blogspot.com/2010_05_01_archive.html



Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Cerpen - 1 Hari 24 Jam



Sendiri, hatiku sebatang kara. Sejak lahir, ku memulai hidup dengan penuh kemiskinan akan kasih sayang. Mereka membekaskan rasa rindu sangat dalam padaku, sekaligus meninggalkanku ke pelukan Nya. Roh samudra merasuk dalam ragaku, seketika diri ini terombang-ambing tak tentu arah. Oh leluhur, tanpamu aku tak akan berdiri dengan dua kaki, tanpamu aku tak akan mampu mengumpulkan semangatku untuk hidup. Aku yakin mereka tak butuh nyanyian, puisi, ataupun tangisan yang hanya sekedar merasakan. Tapi aku berjanji akan selalu mengenang mereka, akan ku ceritakan pada keturunanku suatu saat. Kini sepuluh tahun telah berlalu, aku tinggal bersama wanita tua renta yang selama ini memberikan kasih sayang yang tak sebanding dengan kasih sayang orang tua yang sangat aku butuhkan saat ini. Kedua orang tua pergi meninggalkan sedikit harta dan sejuta kerinduan. Kadang ku mengenang mereka berdua, berlinang air mataku. Kini aku tinggal di daerah pedesaan nan indah. Terdapat secuil kebahagiaan disana, temanku pun tak sedikit. Dan aku tak butuh dikasihani. Tetapi niatku untuk bersekolah tak pernah padam, pagi hari orang-orang telah menungguku untuk membagikan koran. Bermodalkan sepeda bekas leluhurku, aku melewati jalan sempit dan berbatu tak jarang pula aku menemui masalah.

Minggu, 16 Mei 2010

Jangan-Jangan

Aku adalah penggemar super hero sejati. Aku tahu semua superhero yang ada di bumi, dari yang terjelek sampai yang terganteng, dari yang terburuk sampai yang terbaik hingga terkeren. Seperti Spiderman, Superman, dan Batman, mereka adalah superhero yang paling aku suka. Aku berpikir kapan ya aku bisa jadi seperti mereka? Padahal sudah ribuan kali aku mecoba untuk membantu orang-orang yang kesusahan, tapi aku malah menambah kesusahan orang. Huh! Jadi kesal.
Apa muingkin karena aku ini berwajah seram? Padahal aku setiap hari berkaca, wajahku
tidak jelek-jelek amat. Ya memang aku ini adalah anak tukang bakso, tapi niatku untuk berbuat baik menirui super hero kesukaanku tak akan aku padamkan. Memang sebenarnya aku itu menjadi super hero karena ingin memikat gadis-gadis, karena dari aku kecil belum pernah merasakan asiknya pacaran.
Kini aku sudah kelas 3 SMA, tapi aku belum mendapatkan seorang gadis pun. Hari ini aku berangkat ke sekolah memakai sepeda. Tiba-tiba… “Nek, permisi nek biar saya bantu menyeberang. Sini nek biar saya yang membawa keranjangnya juga.”